Tekanan yang hebat terhadap dakwah di Makkah menyebabkan
Rasulullah SAW memerintahkan sebagian kaum Muslimin untuk hijrah ke
Habasyah, sebuah negeri Nasrani yang dipimpin oleh Najasyi, seorang
raja yang dipandang cukup adil terhadap rakyatnya. Puluhan sahabat
Rasulullah menetap di wilayah Nasrani tersebut. Selama sepuluh tahun
hidup di negeri orang, tentu bukan waktu yang sedikit untuk sebuah
interaksi sosial yang bisa saling mempengaruhi. Ubaidillah bin Jahsy
adalah salah seorang dari rombongan kaum Muslimin yang terpengaruh oleh
budaya dan keyakinan masyarakat setempat. Awalnya ia tergoda untuk
mengunjungi warung-warung minuman keras orang Habasyah. Selanjutnya,
karena sering berada di tempat bermabuk-mabukan itu, lama-kelamaan
pergaulannya dengan rakyat Habasyah membuat keyakinan dan perilakunya
berubah drastis. Puncaknya, Ubaidillah keluar dari Islam alias murtad.
