Perkenalkan, nama gue Agus Sutisna. Sekarang gue
kerja di sebuah instansi pemerintah di bidang pemeriksaan keuangan. Sebelum
kerja di sana, gue kuliah di salah satu kampus yang katanya faporit di Jakarta
(*sori klo kecampur bahasa asing, maklum orang sunda). Setelah lulus dari
kuliah, tempat kuliah gue memiliki tradisi untuk menempatkan
mahasiswa-mahasiswinya ke seluruh penjuru Indonesia tapi bukan untuk mencari
kitab suci kayak kisah Sun Gokong dan gerombolannya. Kami di-spread biar bisa
berkontribusi kepada tanah air tercinta sekaligus mencari jodoh penduduk
setempat. (yaa...gue malah curhat). Kurang lebih 1200 para cowo dan cewek
lulusan kampus gue disebar ke berbagai instansi pemerintah dan daerah. Ada yang
di Aceh sampai ke Papua. Nah, kami semua diminta untuk mengisi polling mau
bekerja di instansi pemerintah manakah kita? Faporitnya sih pada mau ke
Direktorat jendral Pajak soalnya cowoknya banyak yang ganteng. (*eh salah deng)
Maksudnya banyak rezekinya. Tapi gue
yakin kok rejeki mah udah Allah yang ngurusin.
![]() |
| gambar 1. Agus Sutisna |
Nah, (*mengulang kata Nah) gue milih tuh dengan
minta pertimbangan ke ortu gue, Pak RT, Pak RW, tukang tambal ban deket rumah
gue, tukang sekoteng, tukang mie ayam dan abang-abang pnjual lainnya
(*maklumlah gue gaulnya sama abang-abang). Trus lw tau mereka bilang apa?
Mereka bilang “woi...bayar loe! Sambil pegang piring” ternyata gue lupa bayar
ke mereka.
Lanjut! Akhirnya gue dapet hidayah eh maksudnya
petunjuk dari Allah kalau gue milih si Eneng untuk dijadikan isteri. (*haduh
salah sambung) Gue milih Instansi B. Singkat cerita ternyata gue dapet instansi
yang gue pilih. Horeeeee!! \^0^/ (*tepok tangan dung ceman-ceman). Perjuangan
gue belum berakhir karena gue harus memilih daerah penempatan. Nah,
fortunately, instansi tempat gue kerja bilang kalau penempatan berdasarkan IPK,
beuhh....gue patut seneng lag karna IPK gue kan di atas rata-rata. (*kali ini
izinkan gue sombong dikit, hhe) Gue milih Palembang sebagai tempat gue akan
berkarya dan berumah tangga (*oops!). Singkat cerita, gue dapetlah tuh di
Palembang.
Inilah awal dari perantauan gue ke luar Jawa.
Wuihhh....mantap kan orang sunda ke sumatera. Sesampainya di Palembang, gue
kira gue adalah makhluk langka secara orang sunda gitu. Tapi ternyata banyak di
sini orang sunda yang jadi tukang bangunan. (*tepok jidat)
Gue tinggal di Wisma El*. Inilah wisma termahal
yang pernah gue sewa, sekamar 2 juta men.Satu kamar berdua, okelah gapapa. Tapi ternyata pas gue
masuk ke kamar ternyata satu ranjang berdua. (*dan gue langsung menatap sedih
temen sekamar gue, Mandala). Kami putuskan, gulinglah batas teritorial kami.
(*tapi gak kayak Korsel dan korut kok) Ada yang menarik dari wisma ini, kalau
air bak kita abiz, kita tinggal membunyikan alarm yang ada ditenggorokkan kita,
“Bu Em* airnya abiz bu!” dan itu merupakan aktivitas setiap hari gue. Selain
itu, di Wisma ini ada kayak kubah mesjid di lantai dua. Gue wonder buat apaan
nih kubah. Usut punya usut kata temen gue yang sering bilang drinya ganteng,
Muhammad Satria pranata, harga kos yang bikin mahal adalah kubah ntu karna bisa
memancarkan sinyal-sinyal luar biasa. Emang aneh tuh temen gue. (*anehnya lagi
gue malah percaya) Gue ber delapan di wisma tersebut.
Ngomongin temen gue yang di Wisma. Ada temen gue
yang namanya Amirul, dia adalah orang yang berjasa bagi kami yang penempatan
kerjanya di Palembang. Dia adalah bapak rumah tangga kami. Kalau malem-malem,
dia jarang ke luar cai makan. Karena di kamarnya, dia setelah melakukan
aktivitasnya entah itu nyuci, nonton, pasti tiba-tiba ada yang bilang “Selamat, anda pantas mendapatkan Pop Mie” .
Bukan bukan, maksud gue dia tuh hobi banget makan mie instant.
Satu bulan berlalu, ternyata gue sadar gue bukan
orang kaya. Gue pindahlah dengan kedelapan temen gue ke Seduduk Putih yang
merupakan lokasi rumah yang akan kita tempati. Nah, bagian ini sebenernya mulai
nyambung judul tulisan gue kali ini. Gue punya temen 7 orang di kontrakan dan
memiliki karakter yang aneh-aneh. Bener kata orang kalau orang yang berteman
dengan tukang minyak wangi maka ia akan ikut wangi. Nah, gara-gara mereka
temenan sama gue, mereka jadi aneh. (*sepertinya gue menjelekkan diri gue
sendiri nih y? Hadoh..).
![]() |
| Gambar 2. Foto Penghuni Boarding House Seduduk Putih, Palembang (Denny yang ambil foto) |
Yang pertama baca Qur’an dan maknanya. (*ini
lagunya Opick) Yang pertama adalah Muhammad Satria pranata. Dia memiliki
ciri-ciri gigi bertaring, badang berombak alias gemuk dan kulit sedikit putih.
Ceman-ceman manggil dia Sate. Tanya kenapa? Ya bitulah adanya, adanya begitu.
Sate ini salah satu peraih IPK di atas rata-rata mahasiswa/i seangkatan.
(*sesuailah dengan berat badannya. LHO). Sate jago dalam berbisnis, dia jago
pajak karena pernah ikut kursus brevet pajak di tempat yang ternama. (*kali ini
gue acungi jempol) Sate ini temen gue semenjak SMA, so bisa dibilang hampir 7
tahun kami bersama. Alhamdulillahnya tidak ada chemistry di antara kita. Dia
juga paling jago pengarsipan dokumennya dan sudah bisa menjadi konsultan
keuangan di sebuah perusahaan milik tante pacarnya. Sate juga jago masak kayak
mastercep. Mata kami berbinar-binar kalau dia memasak untuk kami. Oia, Ada
hal-hal aneh dan unik dari Sate:
![]() |
| gambar 3. Satria bermake up ria |
1. Peraih
pemenang dalam pengucapan “ganteng” pada dirinya sendiri
Temen gue ini selain pinter,
peDe AbIZ. Setiap kali ada orang lewat, dia bilang “Gue gateng”. Padahal klo
dia ganteng, gak usah diumbar ya kan jadinya kayak jualan bawang merah.
(*kaburrr..) Gue katakan peraih pemenang dalam pengucapan “ganteng” pada
dirinya sendiri karena dari 1700 teman facebook gue, dialah yang paling sering
bilang dirinya tampan. Tapi gak apa-apa, dia adalah ladang pahala gue karena
setiap dia bilang dirinya ganteng, gue langsung ngeluarin tasbih yang ada efek
debunya trus gue istighfar. (*kayak di pelem-pelem indosiar).
2. Update
Foto setiap saat
![]() |
| gambar 4. Satria bertaring |
3. Arti
dari Jail, diem dan ngantuknya Sate.
Kalau Sate banyak kerjaan atau
yang dipikirkan , dia akan menjaili teman yang ada di dekatnya. Kalau dia
laper, dia akan marah atau diam kalau diajak bercanda. Kalau dia udah makan dia
akan mengantuk.
4. Perut
karet
Ketika kami merasa sudah tidak
bisa makan lagi karena kekenyangan, maka
kami tahu langkah apa yang harus kami lakukan. Sateee...mau te? Dan sate
menjawab “gue si oke aja, tapi gue memberikan kesempatan ke yang lein dulu”.
Yang kedua adalah Ishaq. Cuma
punya nama 5 huruf. Jadi pas ujian, dialah yang paling cepet menyelesaikan
lembar jawaban ujian. (*sebenernya c karna dia pinter) Agar namanya lebih panjang, dia menamakan dirinya di media sosial dengan nama Ishaq ibn Ismail. Teman gue yang satu ini
suka banget sama yang namanya MU. Aksesorisnya serba MU. Mungkin sampai bagian
dalemnya juga ada tulisan MU nya. (*dalem lemari maksudnya) Dia menyadari bahwa
namanya sangat pendek. Tapi dia sangat bersyukur bisa dilahirkan oleh orang
tuanya. Ishaq punya keunggulan tersendiri. Dia kalau belajar kayak orang gak
niat, lembar demi lembar dengan cepat dilewati. Namun pas lihat hasilnya dia
dapet nilai di atas rata-rata mamen. Wuihhh...ngeri.
![]() |
| gambar 5. Habib Ishaq |
Ishaq paling sukan lada
sampai-sampai dia beli botol lada sendiri. (*trus?) Nah
inilah yang unik dari Ishaq:
1. Tidur
sepanjang....panjangnya
Hal yang sangat langka. Pada
suatu hari, kami merasa heran mana ishaq kok sampai jam dua siang gak beredar
di kontrakan. Ternyata dia masih tidur bro. Beuhh....kuat bener. Apalgi kalau
hari sabtu dan Minggu.
2. Sangat
Peka terhadap Arah jam
Pasti pada bingung maksudnya
apa arah jam itu. Ini merupakan bahasa-bahasa intel. Jadi kalau ada cewek
cantik, Ishaq langsung berkata “lihat arah jam 3” . Langsung dengan tanggap
cermat dan cerdas kami langsung lihat arah jam 3. Hahaha,,,yup Ishaq sangat
peka terhada cewek cantik dan memberitahukan ke kami berdepalan dalam bentuk
sandi arah jam. So, be careful hai kalian yang cantik.
3. Muka
Ganteng, tapi takut hewan-hewan kecil.
Ishaq paling takut kecoa. Dia
akan rela menendang temannya ketika ada temannya yang menghalangi dirinya untuk
menjauh dari kecoa. Dia juga langsung ngibrit kalau ngelihat lintah,
tikus dan
lain-lain. Allah memang Maha Adil ya, orang ganteng ada juga kekurangannya.
Yang ketigo adalah Denny Setiawan Dua. Teman gue
yang satu ini sangat kelem dan baik banget. Jenggotnya yang semampai menambah
penampilannya semakin kalem. Kalau ngomong nadanya rendah. Suka ngeblog dan
mengunduh lagu-lagu aneh kayak lagu coboy junior, F4 dan lagu-lagu yang sering
orang hindari. Dia hobi nyanyi tapi pernah suatu waktu gue nanya ke dia, “Den,
lw hobi nyanyi?” Dia jawab, “Gak kok, aku gak bisa nyanyi”, sambil malu-malu. Dan
lw tau gak teman-teman, hampir segala aktivitasnya dia sambil pake headset dan
nyanyi. Kecuali waktu shalat dia gak nyanyi. Ada yang unik dari Denny:
![]() |
| gambar 6. Denny senyuman maut |
1. Penyayang
binatang yang dibenci sama Ishaq
Kebalikan dari Ishaq, denny
adalah pencinta binatang. Pada suatu
waktu, ishaq menjerit dan loncat-loncat karena ada kecoa yang menghampirinya. Lalu
Denny bilang, “Kecoa kan lucuu” dan kami semua yang mendengarnya langsung
meratap sedih, baru pertama ada yang bilang kecoa lucu.
Ada kejadian yang menarik, pada
suatu hari, kami sedang menonton bareng di kontrakan. Ada gambar bayi dan denny
bilang lucu. Sate nanya ke Denny, “Den, apa bedanya kecoa sama bayi, keduanya
kau bilang lucu” semuanya tertegun memandangi denny
2. Kata-katanya
puitis
Setiap kata-katanya sangat
puitis bikin lelaki menjerit eh maksdnya wanita terkapar. Karena dia juga suka
puisi, seringkali perkataanya puitis dan membuat orang di sekelilingnya
tersenyum tersipu malu.
3. Mau
gemuk, tapi sangat dermawan.
Kalimat yang sering denny
ucapkan, “aku mau gemuk nih, gimana ya caranya gemuk?” sambil melihat ke badan
gue. Gmana mau gemuk, denny sanking baenya dia sering ngasih makanan ke teman-temannya.
Katanya sih kenyang. Untungnya orang kayak Sate dan gue jarang, jadi
temen-temen yang lain kan menjaga sikap kalau ditawari makanan sama Denny. Tapi
kalau gue dan Sate selalu dengan tangan terbuka menerima pemberian Denny. hhe
Yang keempat adalh Tino. Tino
itu kalau jawab ngangguk-ngangguk. Easy money. Jadi sering kami pengen makan
bareng sama dia soalnya Tino suka ngejajanin. Ada hal unik dari Tino:
![]() |
| gambar 7. Tino (left) and brother |
1. Tak
tahu kapan dia tidur kapan dia nelpon.
Kami merasa aneh melihat Tino
karena kami melihat posisi Tino tidur terkapar sambil memakai headset dan
memegang handphone. Kadang ketika kami dekati, Tino ternyata sedang telpon.
Beberapa saat kemudia dengan posisi yang sama dia tertidur dan pas bangun dari
tidurnya tiba-tiba saja ngomong, beuuuhhh...keren tidur sambil nelpon dan
nelpon sambil tidur. Bahkan saya pernah menyangka jangan-jangan ketika saya
masukkan koin ke tino, dia akan terbangun dari tidurnya. Dan kalau abiz koinnya
dia kan tidur kembali, hhe
Yang kelima adalah Cahyo. Cahyo itu talkless do
soso. Dia pendiam jarang ngomomg mirip sama Tino. Tapi dia baik dan easy going.
Hal yang menarik dan unik dari Cahyo adalah kalau anda berada di kontrakan
kami, anda tidak akan bisa membedakan ketika ada cahyo dan ketika tidak ada
Cahyo. Hhe
![]() |
| Gambar 8. Cahyo |
Yang ke-6 adalah Mandala ulul Amri. Teman gue
yang satu ini adalah mantan temen seranjang gue di wisma El*. Mandalah sangat
cool orangnya. Aktif di media Twitter. Suka dengan yang puitis-puitis. Fond of
banget sama yang namanya Liverpool. Kalimat khasnya adalah “Ya bgtu adanya,
adanya begitu”. Hobinya belajar gitar (*karena baru beli gitar) Petama kali gue
ketemu ketemu Mandala itu di Stasiun bojong gede. Gue kira dia orangnya galak
dan sadis. (*lebay) Ternyata gue baru tahu kalo dia suka yang namanya Pinguin,
wuihh,,,,unyu banget kan. :P
![]() |
| Gambar 9. Mandala Ulul Amri |
And the last but not least adalah Amirul. Dia itu
suka Barcelona, sampai-sampai dibelilah baju dan celananya. Untungnya celana itunya
gak. Recently, dia dapet selimut Barca dari yayangnya. Cerita selanjutnya sudah gue ceritakan sebelumnya.
![]() |
| Gambar 10. Amirul Wahid |
Hoaaahhhh...Ngantuk, itulah kisah gue dan
temen-temen gue di Boarding house Palembang.










-_____-
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSeru
BalasHapus