Selasa, 19 Maret 2013

My Boarding house Comrades



          Perkenalkan, nama gue Agus Sutisna. Sekarang gue kerja di sebuah instansi pemerintah di bidang pemeriksaan keuangan. Sebelum kerja di sana, gue kuliah di salah satu kampus yang katanya faporit di Jakarta (*sori klo kecampur bahasa asing, maklum orang sunda). Setelah lulus dari kuliah, tempat kuliah gue memiliki tradisi untuk menempatkan mahasiswa-mahasiswinya ke seluruh penjuru Indonesia tapi bukan untuk mencari kitab suci kayak kisah Sun Gokong dan gerombolannya. Kami di-spread biar bisa berkontribusi kepada tanah air tercinta sekaligus mencari jodoh penduduk setempat. (yaa...gue malah curhat). Kurang lebih 1200 para cowo dan cewek lulusan kampus gue disebar ke berbagai instansi pemerintah dan daerah. Ada yang di Aceh sampai ke Papua. Nah, kami semua diminta untuk mengisi polling mau bekerja di instansi pemerintah manakah kita? Faporitnya sih pada mau ke Direktorat jendral Pajak soalnya cowoknya banyak yang ganteng. (*eh salah deng) Maksudnya  banyak rezekinya. Tapi gue yakin kok rejeki mah udah Allah yang ngurusin.


gambar 1. Agus Sutisna

          Nah, (*mengulang kata Nah) gue milih tuh dengan minta pertimbangan ke ortu gue, Pak RT, Pak RW, tukang tambal ban deket rumah gue, tukang sekoteng, tukang mie ayam dan abang-abang pnjual lainnya (*maklumlah gue gaulnya sama abang-abang). Trus lw tau mereka bilang apa? Mereka bilang “woi...bayar loe! Sambil pegang piring” ternyata gue lupa bayar ke mereka.
Lanjut! Akhirnya gue dapet hidayah eh maksudnya petunjuk dari Allah kalau gue milih si Eneng untuk dijadikan isteri. (*haduh salah sambung) Gue milih Instansi B. Singkat cerita ternyata gue dapet instansi yang gue pilih. Horeeeee!! \^0^/ (*tepok tangan dung ceman-ceman). Perjuangan gue belum berakhir karena gue harus memilih daerah penempatan. Nah, fortunately, instansi tempat gue kerja bilang kalau penempatan berdasarkan IPK, beuhh....gue patut seneng lag karna IPK gue kan di atas rata-rata. (*kali ini izinkan gue sombong dikit, hhe) Gue milih Palembang sebagai tempat gue akan berkarya dan berumah tangga (*oops!). Singkat cerita, gue dapetlah tuh di Palembang.

           Inilah awal dari perantauan gue ke luar Jawa. Wuihhh....mantap kan orang sunda ke sumatera. Sesampainya di Palembang, gue kira gue adalah makhluk langka secara orang sunda gitu. Tapi ternyata banyak di sini orang sunda yang jadi tukang bangunan. (*tepok jidat)

         Gue tinggal di Wisma El*. Inilah wisma termahal yang pernah gue sewa, sekamar 2 juta men.Satu kamar  berdua, okelah gapapa. Tapi ternyata pas gue masuk ke kamar ternyata satu ranjang berdua. (*dan gue langsung menatap sedih temen sekamar gue, Mandala). Kami putuskan, gulinglah batas teritorial kami. (*tapi gak kayak Korsel dan korut kok) Ada yang menarik dari wisma ini, kalau air bak kita abiz, kita tinggal membunyikan alarm yang ada ditenggorokkan kita, “Bu Em* airnya abiz bu!” dan itu merupakan aktivitas setiap hari gue. Selain itu, di Wisma ini ada kayak kubah mesjid di lantai dua. Gue wonder buat apaan nih kubah. Usut punya usut kata temen gue yang sering bilang drinya ganteng, Muhammad Satria pranata, harga kos yang bikin mahal adalah kubah ntu karna bisa memancarkan sinyal-sinyal luar biasa. Emang aneh tuh temen gue. (*anehnya lagi gue malah percaya) Gue ber delapan di wisma tersebut.

          Ngomongin temen gue yang di Wisma. Ada temen gue yang namanya Amirul, dia adalah orang yang berjasa bagi kami yang penempatan kerjanya di Palembang. Dia adalah bapak rumah tangga kami. Kalau malem-malem, dia jarang ke luar cai makan. Karena di kamarnya, dia setelah melakukan aktivitasnya entah itu nyuci, nonton, pasti tiba-tiba ada yang bilang  “Selamat, anda pantas mendapatkan Pop Mie” . Bukan bukan, maksud gue dia tuh hobi banget makan mie instant.
Satu bulan berlalu, ternyata gue sadar gue bukan orang kaya. Gue pindahlah dengan kedelapan temen gue ke Seduduk Putih yang merupakan lokasi rumah yang akan kita tempati. Nah, bagian ini sebenernya mulai nyambung judul tulisan gue kali ini. Gue punya temen 7 orang di kontrakan dan memiliki karakter yang aneh-aneh. Bener kata orang kalau orang yang berteman dengan tukang minyak wangi maka ia akan ikut wangi. Nah, gara-gara mereka temenan sama gue, mereka jadi aneh. (*sepertinya gue menjelekkan diri gue sendiri nih y? Hadoh..).
Gambar 2. Foto Penghuni Boarding House Seduduk Putih, Palembang (Denny yang ambil foto)


          Yang pertama baca Qur’an dan maknanya. (*ini lagunya Opick) Yang pertama adalah Muhammad Satria pranata. Dia memiliki ciri-ciri gigi bertaring, badang berombak alias gemuk dan kulit sedikit putih. Ceman-ceman manggil dia Sate. Tanya kenapa? Ya bitulah adanya, adanya begitu. Sate ini salah satu peraih IPK di atas rata-rata mahasiswa/i seangkatan. (*sesuailah dengan berat badannya. LHO). Sate jago dalam berbisnis, dia jago pajak karena pernah ikut kursus brevet pajak di tempat yang ternama. (*kali ini gue acungi jempol) Sate ini temen gue semenjak SMA, so bisa dibilang hampir 7 tahun kami bersama. Alhamdulillahnya tidak ada chemistry di antara kita. Dia juga paling jago pengarsipan dokumennya dan sudah bisa menjadi konsultan keuangan di sebuah perusahaan milik tante pacarnya. Sate juga jago masak kayak mastercep. Mata kami berbinar-binar kalau dia memasak untuk kami. Oia, Ada hal-hal aneh dan unik dari Sate:
gambar 3. Satria bermake up ria

1.      Peraih pemenang dalam pengucapan “ganteng” pada dirinya sendiri
Temen gue ini selain pinter, peDe AbIZ. Setiap kali ada orang lewat, dia bilang “Gue gateng”. Padahal klo dia ganteng, gak usah diumbar ya kan jadinya kayak jualan bawang merah. (*kaburrr..) Gue katakan peraih pemenang dalam pengucapan “ganteng” pada dirinya sendiri karena dari 1700 teman facebook gue, dialah yang paling sering bilang dirinya tampan. Tapi gak apa-apa, dia adalah ladang pahala gue karena setiap dia bilang dirinya ganteng, gue langsung ngeluarin tasbih yang ada efek debunya trus gue istighfar. (*kayak di pelem-pelem indosiar).

2.      Update Foto setiap saat
gambar 4. Satria bertaring
Sate paling hobi moto dirinya sendiri sambil mengeluarkan taringnya yang khas. Alibinya adalah untuk laporan ke pacarnya yang ada di Bogor. Kadang orang pada enggan untuk memenuhi permintaan untuk fotoin dirinya karena gayanya yang ciamik dah, hhe.

3.      Arti dari Jail, diem dan ngantuknya Sate.
Kalau Sate banyak kerjaan atau yang dipikirkan , dia akan menjaili teman yang ada di dekatnya. Kalau dia laper, dia akan marah atau diam kalau diajak bercanda. Kalau dia udah makan dia akan mengantuk.

4.      Perut karet
Ketika kami merasa sudah tidak bisa makan  lagi karena kekenyangan, maka kami tahu langkah apa yang harus kami lakukan. Sateee...mau te? Dan sate menjawab “gue si oke aja, tapi gue memberikan kesempatan ke yang lein dulu”.

          Yang kedua adalah Ishaq. Cuma punya nama 5 huruf. Jadi pas ujian, dialah yang paling cepet menyelesaikan lembar jawaban ujian. (*sebenernya c karna dia pinter) Agar namanya lebih panjang, dia menamakan dirinya di media sosial dengan nama Ishaq ibn Ismail. Teman gue yang satu ini suka banget sama yang namanya MU. Aksesorisnya serba MU. Mungkin sampai bagian dalemnya juga ada tulisan MU nya. (*dalem lemari maksudnya) Dia menyadari bahwa namanya sangat pendek. Tapi dia sangat bersyukur bisa dilahirkan oleh orang tuanya. Ishaq punya keunggulan tersendiri. Dia kalau belajar kayak orang gak niat, lembar demi lembar dengan cepat dilewati. Namun pas lihat hasilnya dia dapet nilai di atas rata-rata mamen. Wuihhh...ngeri.
gambar 5. Habib Ishaq


Ishaq paling sukan lada sampai-sampai dia beli botol lada sendiri. (*trus?) Nah inilah yang unik dari Ishaq:

1.      Tidur sepanjang....panjangnya
Hal yang sangat langka. Pada suatu hari, kami merasa heran mana ishaq kok sampai jam dua siang gak beredar di kontrakan. Ternyata dia masih tidur bro. Beuhh....kuat bener. Apalgi kalau hari sabtu dan Minggu.

2.      Sangat Peka terhadap Arah jam
Pasti pada bingung maksudnya apa arah jam itu. Ini merupakan bahasa-bahasa intel. Jadi kalau ada cewek cantik, Ishaq langsung berkata “lihat arah jam 3” . Langsung dengan tanggap cermat dan cerdas kami langsung lihat arah jam 3. Hahaha,,,yup Ishaq sangat peka terhada cewek cantik dan memberitahukan ke kami berdepalan dalam bentuk sandi arah jam. So, be careful hai kalian yang cantik.

3.      Muka Ganteng, tapi takut hewan-hewan kecil.
Ishaq paling takut kecoa. Dia akan rela menendang temannya ketika ada temannya yang menghalangi dirinya untuk menjauh dari kecoa. Dia juga langsung ngibrit kalau ngelihat lintah, 
tikus dan lain-lain. Allah memang Maha Adil ya, orang ganteng ada juga kekurangannya.

          Yang ketigo adalah Denny Setiawan Dua. Teman gue yang satu ini sangat kelem dan baik banget. Jenggotnya yang semampai menambah penampilannya semakin kalem. Kalau ngomong nadanya rendah. Suka ngeblog dan mengunduh lagu-lagu aneh kayak lagu coboy junior, F4 dan lagu-lagu yang sering orang hindari. Dia hobi nyanyi tapi pernah suatu waktu gue nanya ke dia, “Den, lw hobi nyanyi?” Dia jawab, “Gak kok, aku gak bisa nyanyi”, sambil malu-malu. Dan lw tau gak teman-teman, hampir segala aktivitasnya dia sambil pake headset dan nyanyi. Kecuali waktu shalat dia gak nyanyi. Ada yang unik dari Denny:
gambar 6. Denny senyuman maut
 

1.      Penyayang binatang yang dibenci sama Ishaq
Kebalikan dari Ishaq, denny adalah pencinta  binatang. Pada suatu waktu, ishaq menjerit dan loncat-loncat karena ada kecoa yang menghampirinya. Lalu Denny bilang, “Kecoa kan lucuu” dan kami semua yang mendengarnya langsung meratap sedih, baru pertama ada yang bilang kecoa lucu.
Ada kejadian yang menarik, pada suatu hari, kami sedang menonton bareng di kontrakan. Ada gambar bayi dan denny bilang lucu. Sate nanya ke Denny, “Den, apa bedanya kecoa sama bayi, keduanya kau bilang lucu” semuanya tertegun memandangi denny

2.      Kata-katanya puitis
Setiap kata-katanya sangat puitis bikin lelaki menjerit eh maksdnya wanita terkapar. Karena dia juga suka puisi, seringkali perkataanya puitis dan membuat orang di sekelilingnya tersenyum tersipu malu.

3.      Mau gemuk, tapi sangat dermawan.
Kalimat yang sering denny ucapkan, “aku mau gemuk nih, gimana ya caranya gemuk?” sambil melihat ke badan gue. Gmana mau gemuk, denny sanking baenya dia sering ngasih makanan ke teman-temannya. Katanya sih kenyang. Untungnya orang kayak Sate dan gue jarang, jadi temen-temen yang lain kan menjaga sikap kalau ditawari makanan sama Denny. Tapi kalau gue dan Sate selalu dengan tangan terbuka menerima pemberian Denny. hhe

          Yang keempat adalh Tino. Tino itu kalau jawab ngangguk-ngangguk. Easy money. Jadi sering kami pengen makan bareng sama dia soalnya Tino suka ngejajanin. Ada hal unik dari Tino:
gambar 7. Tino (left) and brother

1.      Tak tahu kapan dia tidur kapan dia nelpon.
Kami merasa aneh melihat Tino karena kami melihat posisi Tino tidur terkapar sambil memakai headset dan memegang handphone. Kadang ketika kami dekati, Tino ternyata sedang telpon. Beberapa saat kemudia dengan posisi yang sama dia tertidur dan pas bangun dari tidurnya tiba-tiba saja ngomong, beuuuhhh...keren tidur sambil nelpon dan nelpon sambil tidur. Bahkan saya pernah menyangka jangan-jangan ketika saya masukkan koin ke tino, dia akan terbangun dari tidurnya. Dan kalau abiz koinnya dia kan tidur kembali, hhe

          Yang kelima adalah Cahyo. Cahyo itu talkless do soso. Dia pendiam jarang ngomomg mirip sama Tino. Tapi dia baik dan easy going. Hal yang menarik dan unik dari Cahyo adalah kalau anda berada di kontrakan kami, anda tidak akan bisa membedakan ketika ada cahyo dan ketika tidak ada Cahyo. Hhe
Gambar 8. Cahyo


          Yang ke-6 adalah Mandala ulul Amri. Teman gue yang satu ini adalah mantan temen seranjang gue di wisma El*. Mandalah sangat cool orangnya. Aktif di media Twitter. Suka dengan yang puitis-puitis. Fond of banget sama yang namanya Liverpool. Kalimat khasnya adalah “Ya bgtu adanya, adanya begitu”. Hobinya belajar gitar (*karena baru beli gitar) Petama kali gue ketemu ketemu Mandala itu di Stasiun bojong gede. Gue kira dia orangnya galak dan sadis. (*lebay) Ternyata gue baru tahu kalo dia suka yang namanya Pinguin, wuihh,,,,unyu banget kan. :P
Gambar 9. Mandala Ulul Amri


          And the last but not least adalah Amirul. Dia itu suka Barcelona, sampai-sampai dibelilah baju dan celananya. Untungnya celana itunya gak. Recently, dia dapet selimut Barca dari yayangnya. Cerita selanjutnya sudah gue ceritakan sebelumnya.
Gambar 10. Amirul Wahid


Hoaaahhhh...Ngantuk, itulah kisah gue dan temen-temen gue di Boarding house Palembang.

3 komentar: